Cukuplah basa basinya silahkan langsung saja nikmati kisah pengalaman saya selama PKL di Anavisia Komputer yang saya beri judul...
Ilmu tak Selalu Mahal
Awalnya
saya sudah ditetapkan PKL di BLC klaten. Lalu tidak tahu keesokan harinya ada
perubahan tempat PKL yang mengejutkan untuk saya.Yaitu saya di pindahkan di
Anavisa Computer SENDIRIAN. Waktu itu saya sempat protes kepada guru saya,
mengapa saya di pindahkan?? . ternyata alasannya adalah... saya anak yang tidak
beruntung dalam masalah perekonomian. PKL diluar kota memang menghabiskan
banyak biaya. Apalagi di Klaten. Saya cukup kecewa dengan keputusan tersebut
karena dari dulu BLC Klaten adalah tujuan PKL saya, karena kata kakak kelas
disitu banyak mendapat ilmu yang tidak didapatkan dari sekolahan. Tetapi tak
lama kemudian saya menyadari dan menghapus kekecewaan tersebut.
Pada hari senin
tepatnya tanggal 8 Agustus 2016, saya di berangkatkan PKL oleh guru saya bersama
dengan kedua teman saya yang PKL di El Diana Jepara. Tiba disana guru saya segera menyampaikan surat permohonan izin PKL kepada pimpinan Anavisia Computer
yaitu Bu Fadilah Istiyani atau biasa dipanggil Bu Yani. Kemudian saya dipesan guru saya agar disiplin, rajin,
Hormat dan Patuh pada pimpinan maupun karyawan yang ada disana.
Tak lama kemudian guru saya meninggalkan saya di tempat PKL. Pada awalnya saya disana kebingungan.
Kemudian ada salah satu karyawan yang bernama Ahmad menuntunku untuk berkenalan
dengan semua Teknisi yang berada dibawah, karena disana terdapat ruang bawah
tanahnya yang khusus untuk tempat servis . nama-nama teknisinya antara lain Muclas Ridho, Kuat Susanto dan Syamsudin .
disana juga saya tidak SENDIRIAN PKL karena ada teman dari SMK Tunas Harapan
(Pati) dan SMK 1 Pakisaji (Jepara). Merekalah yang selalu mengajariku dan
menemaniku saat PKL di Anavisia.
Lalu saya bertanya
kepada teknisinya, Tugas saya sekarang apa?. Diberikanlah sebuah laptop baru yang
kinclong dan masih berbungkus kardus. Saya di beri tugas untuk menginstalli
Sistem Operasi dan Aplikasi di laptop baru tersebut.
Baik teknisi maupun Teman
saya, mereka sangat ramah. Saya di berikan arahan dan petunjuk apa saja sistem
operasi dan aplikasi yang harus di install di laptop itu. Di sana terdapat
banyak flashdisk yang lengkap dengan Sistem Operasi dan beracam-macam Aplikasi.
Suara adzan duhur
mulai berkumandang, akhirnya kami siswa PKL di berikan waktu untuk istirahat,
shalat dan makan. Musholanya tak jauh hanya berjarak sekitar 20 meter dari
tempat PKL. Setelah shalat kami makan di salah satu warung makan yang konon
katanya murah. 5000 rupiah sudah mendapatkan nasi rames, satu gorengan dan Es
teh manis. Itulah makanan kami selama 3 bulan berada di tempat PKL, kecuali
hari jum’at kami di berikan oleh Bu Yani (pimpinan) makanan gratis. Di hari
jum’at juga biasanya para teknisi Nonton episode baru dari anime Naruto. Alhasil saya dan kawan saya juga ikut menontonnya :v
Setelah shalat dan
makan biasanya kami istirahat sejenak sambil menikmati hotspot gratis Anavisia.
Kemudian kami melanjutkan lagi tugas kami. Setelah selesai lalu di packing dan
di naikkan ke atas. Disana pekerjaan
kami tak hanya menginstall sistem operasi dan aplikasi, tapi juga customer
service, installasi printer baru, merakit Komputer baru, Dll
 |
| Merakit PC di Anavisia Computer |
 |
| Merakit PC di Anavisia Computer |
 |
| Install Sistem Operasi dan Aplikasi di Anavisia |
Pekerjaan yang
paling menegangkan menurut saya adalah customer service. Karena harus
berhadapan langsung dengan pelanggan. Tetapi hal tersebut malah memberikan
pengalaman baru untuk saya.disana juga saya di perintahkan untuk mengambil
paketan dari Bejeu, paketan tersebut biasanya berisi laptop baru atau barang
yang di garansikan
 |
| PC All in One gan.. |
Jam 4 sore adalah
jam yang di nantikan semua karyawan dan kami siswa PKL untuk kembali ke tempat
tinggal masing-masing. Saya tak harus kost, karena tempat PKL saya masih ada
didalam Kota. Sebelum pulang kami siswa PKL mendata journal kegiatan dan
meminta tanda tangan ke para teknisi secara bergilir.
Di rumah, saya
biasanya mencicil tugas-tugas yang di berikan guru selama PKL berlangsung dan
Menyusun Laporan PKL. Keesokan harinya saya berangkat. Saya berangkat dengan
menggunakan motor yang terkadang susah dinyalakan. Saya berangkat pada jam
08.30 . itu adalah waktu standar untuk para karyawan dan siswa PKL berangkat ke
Anavisia Computer.
Biasanya sampai
jam 9 belum ada kerjaan, kami duduk-duduk sejenak untuk menunggu tugas-tugas
selanjutnya yang diberikan para teknisi anavisia. Berangkat jam 8,
pulang jam 4, itulah rutinitas kami siswa PKL selama 3 bulan. 2 bulan kemudian
saya sudah mulai bosan dengan rutinitas tersebut. Pada tanggal 1
Oktober 2016 saya di tengok oleh guru saya. Beliau menanyakan keadaan saya dan
sikap saya saat di tempat PKL. Alhamdulillah pembimbing PKL di Anavisia
mengatakan saya di sana rajin, selalu bertanggung jawab dan disiplin.
Akhirnya guru saya memberitahu saya bahwa tanggal 30 Oktober adalah hari penarikanku dari tempat
PKL. Disitu saya paling akhir untuk penarikan siswa PKL, sedangkan teman PKL di
Anavisia pulang sebelum tanggal tersebut. Pada tanggal 14
teman dari SMK Tunas Harapan Pati sudah ditarik oleh gurunya dan sekaligus
tanggal 17 digantikan oleh siswa lain yang sama dari SMK Tunas Harapan. Mereka
berbeda dengan kedua teman saya yang dari Pati tadi. Mereka susah di kasih
arahan dan cenderung malas saat ada pekerjaan.
Kemudian terjadi
lagi perpisahan dengan teman saya yang berasal dari SMK Pakisaji Jepara. Dia di
tarik dan dijemput oleh gurunya pada tanggal 25. Saya semakin
merasa kehilangan teman karena saya di tinggal sendirian di Anavisia bersama
anak baru yang tidak bisa diajak kerjasama. Saya menanti-nanti
tanggal 30 Oktober, Karena saya sudah tidak sabar kembali ke sekolah dan
bertemu kembali teman-teman XI TKJ. Saya rindu, saya kangen dengan suasana
kebersamaan di kelas.
Kemudian tibalah
waktunya tanggal 30.kebetulan hari itu hari minggu. Anavisia tutup. Pada hari
senin saya Menunggu dan menunggu sampai sore hari tiba dan akhirnya pada hari
itu saya tidak jadi ditarik. Saya kecewa dengan hal tersebut. lalu saya mencoba
berfikir positif. mungkin pada saat itu guru saya sedang sibuk di sekolahan. Paginya saya berusaha menghubungi dan beliau bilang
nanti akan dijemput. Akhirnya saya lega mendengar jawaban tersebut.
Akhirnya pada pagi
itu saya bersemangat untuk berangkat PKL. Dan saya menunggu lagi seperti
kemarin dan... terjadi lagi.
Saya tidak jadi
ditarik pada hari itu saya benar-benar kecewa di beri 2 kali harapan yang tidak
nyata. Saya mencoba menghubungi teman dari El Diana dan ternyata mereka sudah
di jemput duluan dari pada saya. Saya mencoba lagi untuk bersabar dan menerima
kenyataan pahit tersebut.
Pada hari Rabu, 2
November terjadi insiden yang mengejutkan. Yaitu tukang servis AC jatuh dari
tangga ketika sedang memperbaiki AC, kemudian saya lari keluar dari toko untuk
menengok tukang servis tersebut, untungnya hanya luka ringan yang didapat
tukang servis AC tersebut. Kemudian saya kembali dikejutkan oleh kedatangan guru saya bersama teman XI TKJ, yaitu Tuvie,
Agus dan Dandi. Rencananya mereka akan diberangkatkan berpapasan ketika
saya ditarik dari tempat PKL. Dandi menggantikan posisi saya di Anavisia .
Sementara Tuvie dan Agus PKL di
tempat lain.
Setelah surat
penarikan dan sertifikat di berikan kepada pembina PKL di Anavisia. Guru saya meninggalkan Anavisia dan menghantarkan kedua teman saya ke tempat PKLnya
masing-masing. Sertifikat kemudian di fotocopy dan diberikanlah nilai untuk
saya. Saya di berikan nilai yang cukup memuaskan. Karena saya senior disitu, saya diperintahkan untuk
memberikan arahan dan petunjuk kepada Dandi.
Tibalah waktunya jam 4 sore. Saya naik keatas menemui Bu Yani untuk
berpamitan mengucapkan permintaan maaf dan terimakasih karena sudah di izinkan
PKL di Anavisia. Saya juga sekaligus meminta tanda tangan beserta Stempel untuk
Sertifikat dan Laporan PKL
Kemudian kembali
kebawah untuk berpamitan dan mengucapkan terimakasih atas ilmu yang telah
diajarkan teknisi Anavisia Ke Saya. Saya sangat
bersyukur karena sudah diberikan tempat yang ramah harga untuk menuntut ilmu.
Karena ilmu tidak selalu harus bayar mahal dan pergi jauh-jauh untuk
mendapatkannya
Penulis
Virgiawan Teguh
Ya seperti itulah kisah saya pkl di anavisia komputer jepara. Pengalaman PKL adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Karena disitulah saya mulai belajar bekerja, melayani pembeli, menjadi dokter elektronik dan masih banyak yang lainnya.
Dimanapun kalian PKL saya sarankan bersungguh sungguhlah dan menikmati semua kejadian di tempat pkl. Jangan suka bolos juga 😁. Jujur selama pkl saya hanya ijin 2 kali saja selama 3 bulan. Karena menurut saya pkl ini sangat penting sekali
Pkl menentukan naik atau tidaknya kalian ke kelas 12 smk. Bisa disebut pkl adalah syarat sah untuk naik kelas. Jadi bersungguh-sungguhlah.
Bagi adik-adik kelas yang ingin pkl di dalam kota saya sarankan pkl di anavisia saja. Disana enak lhooo.. selain itu kalian tidak harus kost. Jadi akan menghemat uang orang tua kalian. Selain itu kalian juga bisa pulang tiap hari tentunya, jadi ya bisa merasakan masakan ibu tiap hari.
Beda dengan yang ada diluar kota. Lidah mereka hanya bisa merasakan makanan ibunya mungkin seminggu sekali, sebulan sekali bahkan mungkin 3 bulan sama sekali tidak pulang :v . Tidak mungkin lah ya...
Mungkin itu saja ya kisah dan pengalaman saya selama pkl di anavisia. Untuk pegawai dan pimpinan anavisia saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya